Senin, 12 Maret 2012

" Menanamkan Kecintaan Generasi Muda Terhadap Kasundaan dan Kearifan Lokal Bangsa Melalui Media Internet "

Sudah menjadi rahasia umum,bahwa kemerosotan moral bangsa sudah berlangsung dan masih berlangsung di negri ini. Namun kendati demikian, pemerintah yang seharusnya punya andil yang besar terhadap masa depan anak bangsa ini malah berlenggak-lenggok seakan menatap sebelah mata akan maraknya kasus Tawuran pelajar,Video porno pelajar,Narkoba,dan tindakan tidak terpuji lainnya yang di lakukan oleh generasi muda penerus masa depan bangsa.
Bagaimana mungkin mau bisa memberi contoh yang baik terhadap generasi muda,toh aparat pemerintahannya pun masih disibukan dengan kasus korupsi,menjual belikan peradilan,suap,bahkan terkait kasus narkoba dan asuslia.

I. Sistem informasi

Sistem informasi yang memadai dengan jaringan media internet yang berkembang saat ini,seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mensosialisasikan,menggali, dengan total kampanye budaya dan kearifan lokal budaya Nusantara yang terkenal ke penjuru bangsa ramah tamahnya sejak jaman nenek moyang kita,bukan seperti sekarang ini saat demokrasi bergerak dengan bebasnya,namun sayang sekali demokrasi hanya isapan jempol semata,nyatanya hanya wacana saja.
Demokrasi yang carut-marut di negara kita,imbasnya adalah faktor negative terhadap pemikiran,sifat,prilaku anak-anak muda,lihat saja hampir setiap hari di Televisi hanya memaparkan berita-berita miring saja. Jelas,generasi muda kita yang sedang belajar, mencerna dengan lahapnya berita miring dan masalah bangsa yang berdampak pada sikologis tumbuh kembang anak bangsa yang sedang belajar mengenal bangsa ini,alhasil ya seperti inilah generasi kita,semakin jauh meninggalkan ciri sebagai bangsa yang berbudaya.

II. Peran Orang Tua

Peran orang tua dalam memberikan pendidikan di sekala ruang lingkup keluarga,teramat sangat penting dalam memberikan pemahaman/persoalan yang terjadi di Negeri ini, kalau lengah sedikit saja,lepas tidak terkontrol alhasil anak-anak Negeri ini bisa salah jalan dan menyimpang dari yang kita harapkan,mengapa demikian ? Karena jauh dari semua yang tergambar dan tertangkap oleh media, kenyataan di lapangan, baik melalui pengalaman saya pribadi dan hasil perbandingan teman-teman kemerosotan moral dan estetika bangsa yang berbudaya kian ari kian luntur oleh pengaruh budaya dan pemahaman asing yang luar biasa merusaknya.

Disadari atau tidak, semua ini terlihat sepele namun fatal terhadap rusaknya peradaban bangsa yang berbudaya dan beragama. Bagaimana mau maju dan berprestasi,toh tidak ada tindakan tulus dan serius dari pemerintah, semuanya diatur oleh uang dan kekuasaan,siapa yang punya uang banyak,dialah yang berkuasa.

III.Kearifan Lokal Bangsa

Setiap etnis di negeri ini,masing-masing punya kearifan lokal yang terangkum dalam seni tradisi dan ajaran yang telah di wariskan oleh leluhur baik dalam cara pandang hidup,hukum adat, tatakrama,cara bersosial dan masih banyak lagi. Menurut saya,ini sangatlah penting untuk digali dan dikaji,mengingat sangat kurang dan minimnya pengetahuan tentang budaya kita yang arif dan sangat berharga,malah hampir di tinggalkan karena ada sebagian pemahaman yang seolah berbenturan antara budaya dan agama yang di anut.
Namun diluar daripada itu,jika kita menyikapi dengan cermat dan bijaksana Agama dan Budaya itu bisa berkesinambungan,mengapa demikian ? Karena Tuhan itu satu !

IV. Budaya Sunda dan Falsafah Kehidupan Sunda.

Berbicara Seni,Budaya Sunda dalah berbicara kehormatan ! Mengapa, karena disitulah para leleuhur/karuhun Urang Sunda memasukan ajaran,falsafah kehidupan,dibentuk dalam bentuk seni tradisi yang selain unsur seni adalah ajaran hidup yang berharga selain pada bahasa silib,sindir,sampir,siloka dan sasmita jika kita mengkajinya.

Leluhur Sunda jaman dahulu,begitu sangat teramat mencintai alam,karena memang tanah Sunda terkenal dengan kesuburan gemah ripah lohjinawi sehingga sebagian besar pencaharaian masyarakatnya adalah bertani. Sampai-sampai ada upacara adat husus untuk mengormati Dewi Sri yang dikenal dan dipercaya sebagai Dewi Padi,maka setiap sehabis panen upacara ini digelar sebagi wujud rasa terima kasih kepada Dewi Sri yang telah menjaga dan membantu tanaman Padi tumbuh subur,bahkan tanaman Padi itu dinyanyikan dengan kawih Sunda sambil dipegang seolah dimanjakan dengan pujian-pujian jampe pamake agar Padi yang dihasilkan bagus dan tumbuh subur.

Begitu hormat dan sayangnya orang tua jaman dahulu sehingga tanaman pun begitu dimanjakan dengan nyanyian,lalu bagaimana dengan sekarang ?manusia tidak lagi ramah terhadap alam,tidak hormat terhadap alam, jadi wajar kalau alam pun murka karena semakin rusak oleh tangan manusia.

Internet yang sudah masuk sampai ke semua penjuru desa dan perkampungan,adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri,karena hanya dengan cara itulah informasi bisa lebih cepat tersampaikan,disamping melek teknologi dan informasi mudah-mudahan bisa mendidik dan mencerdaskan anak bangsa dengan hal-hal postivie tentunya,namun bagaimana jika sebaliknya ?? Semoga bangsa ini lebih baik..

***

Bekasi 25/09/2011

" EUIS MOJANG YANG HILANG "

Euis adalah seorang anak remaja berdarah Sunda dari Tatar Galuh Ciamis, ia lahir dan besar di Ciamis, ibu bapaknya adalah orang Sunda. Semenjak kecil orang tua Euis mengajarkan bahasa Sunda kepadanya, namun semenjak masuk SMP dan Euis bergaul dengan teman sebayanya yang cenderung lebih menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, Euis pun kini mulai mencampur bahasa Sundanya dengan Indonesia-Inggris biar terlihat gaul dan modern di mata teman-temannya.

Ketika Euis mulai masuk SMA, pergaulan Euis pun semakin luas, kosakata bahasa gaulnya pun semakin bertambah, bukan hanya bahasa dari tulisannya pun baik dalam SMS, komentar Facebook bersama teman-temannya di sekolah, Euis kerap sekali menggunakan bahasa gaul atau 4lay nya, seolah itu adalah sebuah tuntutan dan keharusan !

Tanpa Euis sadari, semakin hari Euis pun semakin jarang menggunakan bahasa Sunda, hanya sesekali saja ketika Euis bercengkrama dengan keluarganya saja,itu pun sudah Euis campur dengan bahasa 4lay dan sedikit british. Akan tetapi kebiasaan Euis berbicara campur aduk itu tidak membuat orang tuanya hawatir akan bahasa Sunda nya yang semakin di tinggalkan, bagi kedua orang tua Euis, itu adalah hal yang wajar,toh teman-teman Euis pun sama gaya bahasanya.

Ketika Euis sudah lulus SMA,Euis tidak melajutkan ke Perguruan Tinggi,karena hanya sampai SMA saja orang tuanya mampu menyekolahkan. Euis pun melamar pekerjaan di sebuah Swalayan di Jakarta, dan tak lama kemudian Euis di terima dan bekerjalah Euis di sebuah Sewalayan di Jakarta.

Euis mojang Sunda yang belum lama di Jakarta itu, tidak punya kendala atau kesulitan dalam berbicara dengan rekan kerjanya, karena semenjak dari Ciamis pun Euis sudah terbiasa berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Singkat cerita, setelah sudah hampir 1 tahun di Jakarta, Euis pun pulang kampung ke Ciamis dan begitu bahaginya Euis ketika bertemu dengan kedua orang tua dan teman-temannya, walaupun hampir tiap hari Euis komunikasi lewat Facebook/Twitter/BBM an dengan teman dan keluarganya.

Sepulang dari Jakarta Euis pun semakin fasih berbahasa Indonesia, bahkan sekarang bahasa Sundanya mulai Euis tinggalkan, alasannya sudah terbiasa di Jakarta jadi Euis tak canggung lagi menyapa teman-temannya di kampung menggunakan bahasa Indonesia.

Semakin hari Euis pun semakin menikmati pekerjaannya di Jakarta, dan beberapa taun kemudian Euis menikah dengan seorang lelaki teman kerjanya, lelaki itu berasal dari Semarang.
Setelah menikah dan di sunting oleh lelaki yang berasal dari Semarang itu, Euis pun menetap di Jakarta, Ia dan suaminya membeli rumah sederhana yang dulu ia tempati di daerah padat penduduk bersama teman sepekerjaanya,dan sekarang mampu ia beli sendiri setelah menikah.

Euis pun hidup bahagia ketika Tuhan menganugerahi nya seorang anak perempuan.
Semakin hari, anaknya pun semakin tumbuh dewasa di lingkungan Jakarta yang padat penduduk bercampur baur dengan berbagai etnis dan golongan, sudah barang tentu Euis mengajarkan kepada anak perempuannya berbahasa Indonesia.

Ketika waktu lebaran tiba, Euis pun pulang kampung,kali ini kebetulan suaminya mengajak lebaran di rumah orang tua Euis di Ciamis. Euis yang kini menjadi seorang ibu, dan mendapat sebutan " Mamih " dari anak perempuannya, terbata-bata ketika kedua orang tua Euis yang pituin orang Sunda itu mengajak Euis berbicara bahasa Sunda, " maklum Euis sudah lama di Jakarta,segitu juga sudah uyuhan. " terang orang tuanya sambil tersenyum saat bercengkrama bersama keluarganya.

Akhirnya, Euis yang pituin orang Sunda itu tak bisa lagi berbicara menggunakan basa Sunda, karena alasan suaminya yang orang Jawa menggunakan bahasa Indonesia, dan anaknya pun kini telah fasih berbicara bahasa Indonesia, walaupun sesekali anaknya melontarkan pertanyaan padanya, "Mam, kalau bahasa Sunda nya kesemutan apa ya mam ? " Euis pun menjawab : " Kalau tidak salah mah, antara kalikiben atau rorombeheun de !? " Mamih lupa lagi !!?...

Dan akhirnya Euis pun hilang bahasa Sunda nya dan hilang jati dirinya sebagai mojang Sunda.

* TAMAT *

" KIDUNG PITUTUR KA OPAT "

Amit Ampun Nun Paralun Ka Gusti Nu Maha Suci
Neda Pangjiad Pangraksa Para Abdi-Abdi Seni
Seja Ngaguar Laratan Titis Waris Nini Aki

Ngembatkeun Jalan Laratan Katampian Gesan Mandi
Kaleuwi Sipat Tahunan Leuwi Nu Ngaruncang
Diri Diri Anu Sakiwari

Rek Muru Lurung Tujuh Ngaliwat Ka Pajajaran
Bongan Hayang Pulang Anting
Padungdengan-Padungdengan Jeung Usikna Pangancikan
Pun …… Sapun……

Sampurasun……
Ka Rumuhun Ka Hyang Prabu Siiliwangi
Nu Murba Di Pajajaran
Pangauban Seuweu Siwi Nu Gelar Di Tatar Sunda
Muga Nyebarkeun Wawangi

Run Turun Bayu Rahayu Bayu Tresna Bayu Asih
Bayu Mawat Kangaruyan, Bayu Mawat Kaelingan
Sakur Nu Kaliliwatan
Sakur Nu Katitincakan

Urang Buka Tutungkusan Nu Kahalang Ku Pipinding
Dina Gebang Sewu Lungkar
Dina Tulis Titis Tulis Maca Uga Na Waruga
Atra Setra Kanti Sukma

Amin Ya Robbal Alamin
Mugi Gusti Nangtayungan

RAJAH LUTUNG KASARUNG

Allohuma Umur Dunya
Salamet Berekah Alloh
Naga Herang
Naga Lenggang
Naga Pangawasa Alloh
Turun Ti Perebu
Disanggap Ku Guru Ingra
Di Tampek Ku Perdawati
Dangdayang Srinawati
Kami Lain Sri Sasiki Dua Siki
Sagedeng Dua Gedeng
Sacangci Dua Cangci
Saranggeuy Pareanana
Reana Saratus Lobana Sarebu
Kagungan Gusti Cirebon
Seuweu Leuweung Mawa Reuneuh
Anakan Memeh Lakian
Rincik-Rincik Ringkak-Ringkak
Nyi Beuti Manik Nyi Akar Kawat
Nyi Buah Emas Ranggeuyan

" SADULUR "


TURUNKEUN HARGA BEAS


Tah pan tiasa Basa Sunda naha sok pura-pura ?